Selamat datang di ebukuku.blogspot.com

Jakartaku kembali tergenang!

26 November 20090 comments

Dua hari berturut-turut, Bahkan bisa dikatakan dua malam penuh hujan turun ternyata sudah cukup menjadikan Jakarta, Ibu kota tercinta ini tergenang air. Ketika saya seperti biasa, pergi kerja, berangkat menyusuri sepanjang jalan dari arah Palmerah, lalu ke Tanah abang menuju Kemayoran. Saya menemukan banyaknya genangan air, mulai dari Slipi, Tanah abang dam bahkan Monas. Padahal bisa dibilang puncak curah hujan belum terjadi. Tak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi menimpa Jakarta. Yang pasti seperti tahun yang sudah-sudah, Jakarta akan dilanda banjir.


Lucunya, pada saat inilah masyarakat Jakarta selalu teringat akan satu daerah di Bogor. Ya, Bendung Katulampa, yang merupakan pos pengamat ketinggian air. dari tempat inilah masyarakat Jakarta berharap cemas akan nasibnya. Dan tentu saja tak ketinggalan Pintu Air Manggarai, tempat yang paling dekat dengan masyarakat Jakarta.
Tampaknya warga Jakarta sudah menjadi biasa akan banjir tahunan yang sering melanda. Warga khususnya yang bermukim di daerah aliran sungai tidak bersedia direlokasi, mereka menganggap banjir itu sudah lumrah dan memiliki loteng di rumahnya untuk mengungsi, kemudian menunggu bantuan datang.
Ternyata Jakarta mempunyai cerita panjang soal banjir. Banjir besar pernah melanda Jakarta sejak masih bernama Batavia tahun 1621 kemudian berulang pada 1654, 1918, 1942, 1976, 1996, 2002 dan tentu saja yang paling mudah diingat banjir yang terjadi tahun 2007.
Banyak penyebab mengapa banjir menjadi sangat akrab dengan ibukota ini. Dataran Jakarta lebih rendah dari permukaan laut, juga 13 sungai yang melintasi wilayah ini. Kondisi itu diperparah oleh sistem drainase yang buruk, menumpuknya sampah dan sungai yang makin menyempit karena tepiannya dijadikan perumahan penduduk.

Kali Ciliwung, satu diantara sungai yang dulu pernah bermanfaat bagi masyarakat sebagai sumber air bersih, sarana transportasi, pembudidayaan ikan atau pertanian, kini jika musim hujan tiba berubah menjadi penyebab bencana. Jakarta Saat ini hanya memiliki kurang dari 15% Ruang Terbuka Hijau yang dari luas keseluruhan wilayah 661,62 km2. Padahal kita sama tau Ruang terbuka Hijau merupakan daerah resapan air.

Usaha untuk mengatasi banjir di Jakarta sudah berlangsung sejak lama, Bahkan sejak masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1920 membangun sodetan atau Kanal yang mengitari kota bagian barat untuk membuang limpahan air ke lautJawa. Saluran yang dibangun tahun 1922 ini masih berfungsi hingga sekarang, yaitu yang kita kenal sebagai Pintu Air Manggarai. Inilah yang kemudian disebut Banjir Kanal Barat. Van Breen kemudian merancang saluran Kanal Timur yang berhulu di Kali Cipinang dan bermuara di laut Jawa.
Pemerintah sekarang pun berupaya membangun Banjir Kanal Timur (BKT), sepanjang 23 km membentang dari kali Cipinang ke laut Jawa dengan lebar antara 100-300 meter. Menurut rencana BKT selesai tahun 2010.

Berikut ini merupakan daerah yang selama ini masuk dalam kategori daerah rawan banjir:

Jakarta Pusat:
1. Matraman Dalam Mangga Dua
2. Kalipasir Kwitang
3. Karang Anyar
4. Bunderan HI, Kebon Kacang, Teluk Betung
5. Serdang
6. Pejompongan/AL
7. Gunung Sahari
8. Jatipinggir
9. Cempaka Putih


Jakarta Utara :
1. Kapuk Kamal
2. Sungai Bambu
3. Kapuk Kamal Sediatmo
4. Papanggo
5. Pantai Indah Kapuk
6. Yos Sudarso
7. Kapuk Muara, Teluk Gong, Muara Angke
8. Sunter Timur, Kodamar
9. Pluit
10. Perum Walikota Jakarta Utara
11. Pademangan Barat
12. Kelapa Gading
13. Pademangan Timur
14. Rawa Badak, Tugu, Lagoa
15. Sunter Agung
16. Tugu Utara
17. Sunter Jaya
18. Semper
19. Lagoa Buntu
20. Dewa Ruci, Dewa Kembar
21. Kebon Bawang
22. Rorotan / Babek ABRI
23. Warakas


Jakarta Barat :
1. Rawa Buaya
2. Tomang Rawa Kepa
3. Duri Kosambi
4. Jati Pulo
5. Tegal Alur
6. Pinangsia
7. Kapuk Kedang/Poglar
8. Mangga Besar
9. Cengkareng
10. Tanjung Duren
11. Kembangan Green Garden
12. Grogol
13. Meruya
14. Sukabumi Utara
15. Pesing
16. Kelapa Dua
17. 17. Krendang, Duri Utara
18. Duri Kepa
19. Jelambar


Jakarta Selatan :
1. IKPN
2. Pondok Pinang
3. Cireundeu Permai
4. Kebalen, Mampang Prapatan
5. Tegal Parang
6. Petogogan
7. Pondok Karya
8. Damai Jaya
9. Pulo Raya
10. Setiabudi Barat
11. Bukit Duri, Kebayoran Baru, Bidara Cina, Kampung Melayu
12. Pengadegan, Kalibata, Rawa Jati, Gang Arus
13. Cipulir, Ciledug Raya


Jakarta Timur :
1. ASMI, Perintis
2. Pulo Mas
3. Pulo Nangka
4. Rawa Bunga
5. Kebon Nanas
6. Cipinang Jaya
7. Cipinang Indah, Cipinang Muara, Cipinang Melayu
8. Malaka Selatan, Pondok Kelapa
9. Buluh Perindu, Tegal Amba
10. Halim Perdanakusuma
11. Kramat Jati
12. Kampung Rambutan, Ciracas, Cibubur
13. Ujung Menteng

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : ebukuku.blogspot.com | Jakarta | Indonesia
Copyright © 2011. ebukuku - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger